NAMA : LAILATUL KHOIRIYAH
NO PESERTA : 13101206
Dari begitu bangun pagi dikamar lantai atas
sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih
dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari?
Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yabg
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak prekktis kedengarannya? Kok ya aneh
menhgucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabanny mudah saja; segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif ,maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik sdidalam hitam kelam dan ada setitik hitam didalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita,otak mencetak keyakinan(believe) bahwa memang
benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh
keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personoifikasi dari sukses.
Lantas, samapi kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungin ada ynag berpendapat demikian. Sekali lagi
bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah
mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur
toh tiddak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya habya
satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dirii. Jangan pikirkan “pahala” yabg
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pulamengharap nasib akan berubah
dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan
kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar