Setiap waktu selalu saja ku memikirkanmuHati ini terasa sedihSementara aku masih disiniKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuMemahami apa yang kurang dari dirikuMemperbaiki kesalahankuSementara kamu terus menjauhKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuYakinlah ini semua hanya salah paham
Kamis, 04 Juni 2015
Setiap waktu selalu saja ku memikirkanmuHati ini terasa sedihSementara aku masih disiniKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuMemahami apa yang kurang dari dirikuMemperbaiki kesalahankuSementara kamu terus menjauhKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuYakinlah ini semua hanya salah paham
Setiap waktu selalu saja ku memikirkanmuHati ini terasa sedihSementara aku masih disiniKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuMemahami apa yang kurang dari dirikuMemperbaiki kesalahankuSementara kamu terus menjauhKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuYakinlah ini semua hanya salah paham
Setiap waktu selalu saja ku memikirkanmuHati ini terasa sedihSementara aku masih disiniKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuMemahami apa yang kurang dari dirikuMemperbaiki kesalahankuSementara kamu terus menjauhKu tak mengerti kenapa engkau pergiRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniRedakan amarahmuKu yakinkan padamuIni hanya salah pahamTatap kedua matakuDan engkau akan tahuKu tak bisa seperti iniJalani hidup tanpa dirimuYakinlah ini semua hanya salah paham
Selasa, 24 Februari 2015
BERSYUKUR SETIAP SAAT
NAMA : LAILATUL KHOIRIYAH
NO PESERTA : 13101206
Dari begitu bangun pagi dikamar lantai atas
sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih
dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari?
Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yabg
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak prekktis kedengarannya? Kok ya aneh
menhgucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabanny mudah saja; segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif ,maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik sdidalam hitam kelam dan ada setitik hitam didalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita,otak mencetak keyakinan(believe) bahwa memang
benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh
keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personoifikasi dari sukses.
Lantas, samapi kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungin ada ynag berpendapat demikian. Sekali lagi
bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah
mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur
toh tiddak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya habya
satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dirii. Jangan pikirkan “pahala” yabg
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pulamengharap nasib akan berubah
dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan
kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
BERSYUKUR SETIAP SAAT
NAMA : LAILATUL KHOIRIYAH
NO PESERTA : 13101206
Dari begitu bangun pagi dikamar lantai atas
sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih
dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari?
Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yabg
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak prekktis kedengarannya? Kok ya aneh
menhgucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabanny mudah saja; segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif ,maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik sdidalam hitam kelam dan ada setitik hitam didalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita,otak mencetak keyakinan(believe) bahwa memang
benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh
keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personoifikasi dari sukses.
Lantas, samapi kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungin ada ynag berpendapat demikian. Sekali lagi
bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah
mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur
toh tiddak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya habya
satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dirii. Jangan pikirkan “pahala” yabg
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pulamengharap nasib akan berubah
dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan
kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
BERSYUKUR SETIAP SAAT
NAMA : LAILATUL KHOIRIYAH
NO PESERTA : 13101206
Dari begitu bangun pagi dikamar lantai atas
sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih
dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari?
Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yabg
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak prekktis kedengarannya? Kok ya aneh
menhgucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabanny mudah saja; segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif ,maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik sdidalam hitam kelam dan ada setitik hitam didalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita,otak mencetak keyakinan(believe) bahwa memang
benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh
keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personoifikasi dari sukses.
Lantas, samapi kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungin ada ynag berpendapat demikian. Sekali lagi
bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah
mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur
toh tiddak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya habya
satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dirii. Jangan pikirkan “pahala” yabg
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pulamengharap nasib akan berubah
dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan
kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
BERSYUKUR SETIAP SAAT
NAMA : LAILATUL KHOIRIYAH
NO PESERTA : 13101206
Dari begitu bangun pagi dikamar lantai atas
sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan terimakasih
dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari?
Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur didalam hati? Berapa kali yabg
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak prekktis kedengarannya? Kok ya aneh
menhgucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabanny mudah saja; segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif ,maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik sdidalam hitam kelam dan ada setitik hitam didalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita,otak mencetak keyakinan(believe) bahwa memang
benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh
keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personoifikasi dari sukses.
Lantas, samapi kapan perlu mengucapkan terima kasih dan bersyyukur
berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah, tidak praktis, mungin ada ynag berpendapat demikian. Sekali lagi
bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah
mindset (pola pikir) maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut
orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur
toh tiddak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun. Intinya habya
satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah dirii. Jangan pikirkan “pahala” yabg
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pulamengharap nasib akan berubah
dalam sekejab. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan
kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak akan pernah
ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut
Kamis, 05 Februari 2015
latar belakang karya ilmiah
A. Latar Belakang
Sebagian
orang beranggapan bahwa berfikir itu hal yang sepele ,bahkan hal yang tidak
berarti. Bagaimana tidak, mereka telah melupakan fungsi dari otaknya, yaitu
berfikir/pikiran. William Shakespeare mengatakan bahwa, baik buruknya kesehatan
bergantung pada pikiran. Pikiran yang negatif akan memberikan stimulus penyakit
pada tubuh manusia, begitu juga sebaliknya, pola pikir yang positif akan
memberikan stimulus sehat pada tubuh, sehingga kita tidak lagi merasakan
penyakit jiwa (penyakit hati), ataupun penyakit raga.
Lalu bagaimana
keterkaitan berfikir positif dengan kesehatan? Selama kita yakin dan percaya bahwa berfikir
positif dapat memberikan jalan menuju kesuksesan, ia senantiasa memberikan motivasi
bahwa segala sesuatu dapat dicapai dengan berfikir positif.
Kita
harus bergerak dari berfikir negatif ke berfikir positif dan akhkhirnya
mencapai ernergi sehat .Mengapa sehat? Sebab ia terhindar dari dosa , yang
terkadang membuat jiwa kita sakit.Sehingga raga kita pun ikut sakit. Maka dari
itu, berfikir positif dapat membuat sehat jiwa maupun raga kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
nh h jhvfcfcf nj hgjh jfhgresv